IAI Al Hikmah Lampung Gelar Webinar Internasional, Bahas Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital

Lampung, 20 April 2026 — Institut Agama Islam (IAI) Al Hikmah Lampung berkolaborasi dengan Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia dan STAI Masjid Syuhada Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis global melalui penyelenggaraan Webinar Internasional bertajuk “Islamic Education in the Digital Era: A Framework for Integrating Faith, Technology, and Global Competencies.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring (online) ini diikuti oleh 530 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah, baik nasional maupun internasional. Webinar berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh antusiasme. Webinar dibuka secara resmi oleh Rektor IAI Al Hikmah Lampung, Dr. H. Aly Murtadlo, S.HI., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan era digital.

“Pendidikan Islam tidak cukup hanya beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi harus mampu mengarahkan teknologi agar tetap selaras dengan nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam harus menjadi penuntun dalam arus perubahan, bukan sekadar mengikuti perkembangan,” ujar beliau.

Beliau juga menekankan pentingnya integrasi antara iman, teknologi, dan kompetensi global dalam membentuk generasi Muslim yang unggul, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Webinar ini menghadirkan narasumber dari tingkat internasional dan nasional yang kompeten di bidangnya. Assoc. Prof. Dr. Wan Khairul Aiman Bin Wan Mokhtar (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia) sebagai pemateri pertama menyampaikan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman dengan teknologi dalam menghadapi tantangan global. Ia menegaskan bahwa teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat nilai, bukan menggantikannya. Selanjutnya, Dr. (Cand.) Feri Riski Dinata, M.Pd (IAI Al Hikmah Lampung) menguraikan bahwa tantangan utama pendidikan Islam saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai spiritual. Ia menekankan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai sumber kebenaran utama. Sementara itu, Permana Octofrenzi, M.Pd (STAI Masjid Syuhada Yogyakarta) dalam materinya “From Values to Digital Behavior: Strengthening Islamic Education in the Age of Technology” menekankan pentingnya transformasi nilai menjadi perilaku nyata dalam kehidupan digital.

Ketua panitia, Muhammad Fyenzy (Ketua DEMA IAI Al Hikmah Lampung), menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari peserta. “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat antusiasme yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam di era digital merupakan isu yang sangat relevan dan dibutuhkan,” ungkapnya.

Sekretaris pelaksana, Berliana Julia Sani, menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama tim yang solid. “Seluruh persiapan dilakukan secara matang, baik dari sisi teknis maupun substansi, sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Shauma Fitria Qodriatun dan Rani selaku panitia pelaksana, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam mengelola kegiatan akademik berskala internasional.

Melalui kegiatan ini, IAI Al Hikmah Lampung kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta berkomitmen dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan teknologi. Webinar ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik serta mendorong inovasi pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan global di era digital.